Mengenal lebih dalam Jarak Pagar



Paper Penilaian Hutan                                                                                                        Medan,   Oktober 2019 

KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI TANAMAN
JARAK PAGAR (
Jatropha curcas L.)

Dosen Penanggungjawab:
 Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Disusun Oleh :
Samuel Sion
171201193

Budidaya Hutan 5






  





PROGAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2019




KATA PENGANTAR
          Puji syukur  penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan paper ini. Paper yang berjudul “Karakteristik dan Manfaat Ekonomi Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.)” ini dibuat untuk memenuhi syarat tugas matakuliah Penilaian Hutan mengenai manfaat ekonomi HHBK bagi mahasiswa di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
            Paper ini memuat keterangan mengenai manfaat ekonomi HHBK. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Penilaian Hutan  Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Sidan teman-teman di lingkungan kampus yang telah ikut serta membantu dalam penyelesaian paper ini dengan memberikan ide dan dorongan semangat.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan paper ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan oleh penulis.


Medan,    Oktober 2019


                                                                                                                                       Penulis






BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
            Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia akhir-akhir ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya angkutan transportasi berbahan bakar minyak dan mesin lainnya yang menggunakan bahan bakar minyak. Sampai saat ini Indonesia bukan lagi sebagai pengekspor minyak bumi tapi justru sekarang Indonesia sebagai pengimpor minyak dari luar negeri khususnya dari Arab. Untuk itu perlu dicarikan sumber alternatif dan jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber bahan bakar nabati (BBN).
            Bahan bakar nabati berasal jarak pagar memiliki beberapa kelebihan. Keuntungan yang dimiliki jarak pagar dibandingkan dengan tanaman lainnya karena tanaman ini hanya memiliki sedikit fungsi lain dan terbatas, sehingga persaingan penggunaannya juga terbatas. Selain ramah lingkungan minyak jarak pagar bukan termasuk minyak yang dapat dimakan (edible oil) sehingga harga bahan bakunya lebih murah dan tidak bersaing dengan pangan.
            Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman tahunan yang belum banyak dibudidayakan secara komersial. Jarak pagar sangat berpotensi sebagai penghasil minyak nabati karena dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti minyak bumi (biodiesel). Namun selama ini tanaman jarak pagar tidak mendapat perhatian khusus karena penerapan kebijakan subsidi yang sangat besar untuk bahan bakar minyak (BBM), sehingga mengolah minyak jarak tidak menguntungkan. Kini saatnya kita mulai memanfaatkan potensi jarak pagar lebih maksimal.
            Semua bagian tanaman jarak pagar dapat dimanfaatkan. Telah lama diketahui bahwa tanaman ini memiliki daya pengobatan, terutama untuk penyakit kulit, mengurangi rasa sakit, dan pencahar. Minyak yang diperoleh dari biji jarak, secara tradisional digunakan untuk mengatasi gangguan pada kulit, bengkak, maupun terkilir. Minyak biji jarak pagar sebaiknya memang tidak digunakan secara oral (melalui mulut) karena mengandung racun yang membahayakan jika dikonsumsi, yaitu berupa phorbol ester dan curcin.
            Biji yang terdiri dari 60% daging biji (kernel) dan 40% kulit. Daging biji jarak pagar mengandung sekitar 50% minyak sehingga dapat diekstraksi menjadi minyak jarak dengan cara mekanis ataupun ekstraksi dengan pelarut seperti heksana. Viskositas minyak jarak pagar lebih kecil dibandingkan minyak nabati lainnya. Komponen terbesar minyak jarak adalah trigliserida yang mengandung asam lemak oleat dan linoleat. Surfaktan adalah zat aktif permukaan atau molekul-molekul yang diadsorbsi antar muka (cairan dengan cairan, padatan dengan Universitas Sumatera Utara padatan, cairan dengan udara) sehingga dapat menurunkan tegangan antarmuka. Molekul surfaktan selalu terdiri dari gugusan lipofilik (yang suka lemak) dan gugusan hidrofilik (yang suka air).
            Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan budidaya kultur jaringan (in vitro). Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuhkembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan, atau organ dalam kondisi kultur yang aseptik secara in vitro. Perbanyakan secara kultur jaringan akan menawarkan peluang besar untuk menghasilkan jumlah bibit yang banyak dalam waktu relatif singkat. Selain itu kultur jaringan juga dapat mempertahankan sifat induk yang unggul dan dapat menghasilkan bibit yang bebas cendawan, bakteri, virus dan hama penyakit.
            Salah satu faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya pengadaan bibit jarak pagar melalui kultur jaringan adalah adanya zat pengatur tumbuh (ZPT). Namun, kandungan hormon pada tanaman juga harus diperhatikan. Hormon pada tanaman disebut juga fitohormon. Fitohormon adalah senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tanaman tingkat tinggi secara endogen.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari paper ini adalah sebagai berikut :
            1. Apa itu tanaman Jarak Pagar ?
            2. Apa itu Kultur In Vitro pada tanaman Jarak Pagar ?
            3. Apa saja Manfaat tanaman Jarak Pagar ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari paper ini adalah sebagai berikut :
            1. Untuk mengetahui apa itu tanaman Jarak Pagar
            2. Untuk mengetahui Kultur In Vitro pada tanaman Jarak Pagar ?
            3. Untuk mengetahui manfaat-manfaat pada tanaman Jarak Pagar ?




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Mengenal  Tanaman Jarak Pagar
            Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman asli Amerika Tengah yang saat ini telah menyebar ke seluruh dunia terutama daerah tropika Tanaman jarak pagar mulai banyak ditanam di Indonesia sejak masa penjajahan Jepang untuk membudidayakan tanaman jarak. Hasilnya yang berupa biji digunakan untuk membuat bahan bakar bagi pesawat-pesawat tempur Jepang. Oleh karenanya dalam waktu singkat tanaman jarak pagar menyebar cukup luas, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah Jawa Tengah meliputi daerah Semarang serta Solo dan sekitarnya. Sementara, wilayah Jawa Timur meliputi Madiun, Lamongan, Bojonegoro, Besuki, dan Malang. Dalam perkembangan selanjutnya, tanaman jarak pagar meluas sampai di Kawasan Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, dan sebagainya. Jadi, nama-nama lokal untuk jarak pagar dapat ditemukan di daerah-daerah.
            Jarak pagar termasuk famili Euphorbiaceae, satu famili dengan karet dan ubi kayu. Klasifikasi tanaman jarak pagar adalah sebagai berikut ;
Divisio             : Spermatophyta
Subdivisio       : Angiospermae
Klasis              : Dicotyledoneae
Ordo                : Euphorbiales
Familia            : Euphorbiaceae
Genus              : Jatropha
Spesies            : Jatropha curcas L.
            Tanaman jarak pagar memiliki beberapa nama daerah (lokal) antara lain jarak budeg, jarak gundul, arak cina (Jawa); baklawah, nawaih (NAD); dulang (Batak); jarak kosta (Sunda); jarak kare (Timor); peleng kaliki (Bugis); kalekhe paghar (Madura); jarak pager (Bali); lulu mau, paku kase, jarak pageh (Nusa Tenggara); kuman nema (Alor); jarak kosta, jarak wolanda, bindalo, bintalo, tondo utomene (Sulawesi); dan ai huwa kamala, balacai, kadoto (Maluku). Tanaman jarak pagar termasuk perdu dengan tinggi 1-7 m, bercabang tidak teratur. Batangnya berkayu, silindris dan bila terluka akan mengeluarkan getah.
Jarak pagar tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 500 mdpl. Curah hujan yang sesuai untuk tanaman jarak pagar adalah 625 mm/tahun. Namun, tanaman ini dapat tumbuh pada daerah dengan curah hujan antara 300–2.380 mm/tahun. Kisaran suhu yang sesuai untuk tanaman jarak adalah 20–26oC. Pada daerah dengan suhu terlalu tinggi (di atas 35oC) atau terlalu rendah (di bawah 15oC) akan menghambat serta mengurangi kadar minyak dalam biji dan mengubah komposisinya.
            Biasanya jarak pagar ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar yang serba guna, meskipun manfaatnya yang paling menonjol adalah sebagai tanaman obat. Para pakar botani menggolongkannya sebagai tanaman perdu. Tingginya biasanya 3-6 meter, terkadang juga bisa mencapai tinggi lebih dari itu pada lahan yang subur dan perkembangannya tidak terganggu (terutama oleh manusia). Daunnya biasanya berlekuk 3-5, terkadang ada yang sampai 7. Lekukan bisa dangkal atau agak dalam. Panjang helaiannya 10-19 cm, urat daun menjari, warna helaian daun hijau muda sampai hijau tua polos. Warna pucuk daun kebanyakan hijau muda tetapi ada juga yang kecoklatan atau kemerahan. Kedudukan daun berselang-seling, sekilas seperti berhadapan melingkari batang (spiral). Bunganya muncul di bagian ujung batang, pada ketiak daun. Panjang tangkai bunga 3-12 cm. Bunga jantan dan betina terpisah, terdapat di ujung-ujung tangkai bunga. Bunga betina sedikit lebih besar dibandingkan dengan jantan. Bunganya berwarna kuning kehijauan.
            Jumlah cabang primer jarak pagar antara lima sampai delapan. Berdasarkan bunga yang dimiliki, tanaman jarak pagar dapat dibedakan atas tiga macam. Karakter pertama, tanaman hanya memiliki bunga jantan saja.Karakter kedua, tanaman memiliki bunga jantan dan betina dalam satu tanaman. Karakter ketiga, tanaman memiliki bunga jantan dan hermaphrodith dalam satu tanaman. Jumlah kapsul per pohon antara 3 sampai 72 kapsul.Bentuk kapsul bulat, oblong, dan ovoid. Jumlah biji per kapsul tiga, berat kering rata-rata 20 biji antara 9 sampai15 kg.
            Kelebihan minyak jarak pagar dibanding dengan solar adalah pada minyak jarak pagar banyak terdapat oksigen sehingga pembakarannya sempurna. Hal ini menimbulkan gas buangan yang lebih bersih dan tidak berbahaya. Sementara solar tidak memiliki oksigen sehingga gas buangnya berkarbon monoksida, berasap, kotor, dan berbahaya.

2.2 Kultur In Vitro Jarak Pagar
            Kultur jaringan didefinisikan sebagai suatu teknik menumbuhkembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan, atau organdalam kondisi aseptik secara in vitro, yang dicirikan oleh kondisi kultur yang aseptik, penggunaan media kultur buatan dengan kandungan nutrisi lengkap dan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) serta kondisi ruang kultur yang suhu dan pencahayaannya terkontrol.
            Pengetahuan yang baik tentang kebutuhan hara sel dan jaringan yang dikulturkan akan mempengaruhi keberhasilan dalam teknologi serta penggunaan metode in vitro. Hara yang terdapat dalam media terdiri atas komponen utama meliputi garam mineral, sumber karbon (gula), vitamin dan zat pengatur tumbuh. Aplikasi kultur jaringan pada awalnya ialah untuk propagasi tanaman. Selanjutnya penggunaan kultur jaringan lebih berkembang lagi yaitu untuk menghasilkan tanaman yang bebas penyakit, koleksi plasma nutfah, memperbaiki sifat genetika tanaman, produksi dan ekstaksi zat-zat kimia yang bermanfaat dari sel–sel yang dikulturkan.
            Sifat kompeten, dediferensiasi dan determinasi sel atau jaringan eksplan sangat penting agar terjadi organogenesis atau embriogenesis pada eksplan. Suatu sel atau jaringan dikatakan kompeten jika sel atau jaringan tersebut mampu memberikan tanggapan terhadap signal lingkungan atau signal hormonal. Bentuk tanggapannya berupa pertumbuhan dan perkembangan diri yang mengarah ke proses organogenesis atau embriogenesis. Eksplan yang dikondisikan di lingkungan dengan penambahan ZPT yang cocok akan menjadi kompeten untuk membentuk organ atau embrio. Istilah lain proses ini adalah induksi (inductive event). Dediferensiasi adalah berubah kembalinya fungsi sel-sel yang tadinya sudah terdiferensiasi menjadi tidak terdiferensiasi. Sedangkan determinasi adalah tertentukan nasibnya. Contohnya, sel atau jaringan eksplan yang dikulturkan terdeterminasi menjadi organ atau embrio.
            Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan (in vitro) menawarkan peluang besar untuk menghasilkan jumlah bibit tanaman yang banyak dalam waktu relatif singkat sehingga lebih ekonomis. Teknik perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan sepanjang waktu tanpa tergantung musim. Selain itu, perbanyakan tanaman dengan teknik in vitro mampu mengatasi kebutuhan bibit dalam jumlah besar, serentak, dan bebas penyakit sehingga bibit yang dihasilkan lebih sehat serta seragam. Oleh sebab itu, kini perbanyakan tanaman secara kultur jaringan merupakan teknik alternatif yang tidak dapat dihindari bila penyediaan bibit tanaman harus dilakukan dalam skala besar dan dalam waktu relatif singkat.
            Teknik kultur in vitro mempunyai keuntungan diantaranya menghemat waktu dan tenaga Keuntungan lain yang dapat diperoleh adalah tidak tergantung musim, dapat diproduksi dalam jumlah cukup banyak dengan kondisi terkontrol dan dapat diproduksi sesuai dengan kebutuhan.

2.3 Manfaat Jarak Pagar
            Saat ini pemerintah tengah mencanangkan program penggunaan minyak jarak pagar (Jathropa Curcas) sebagai pengganti minyak solar secara nasional. Program ini dapat berhasil dengan baik jika terjadi kerjasama yang baik diantara pemerintah dan masyarakat. Masalahnya adalah sebagaian masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber energi utama belum mengetahui adanya sumber energi alternatif ini. Untuk itulah masyarakat harus mengetahui manfaat dan keunggulan sumber energi alternatif ini agar kerjasama yang baik tersebut dapat terwuju digunakan infrastruktur sekarang ini.
            Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
            Tanaman jarak pagar merupakan salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk menghasilkan sumber energi alternatif. Sumber energi yang dihasilkan dari tanaman ini berupa biodiesel yang berguna untuk menggantikan fungsi solar pada mesin diesel.
            Manfaat Penggunaan Biodiesel dari Tanaman Jarak bagi masyarakat Indonesia di Bidang Ekonomi adalah dengan dihijaukannya kembali lahan-lahan kritis, berarti akan membuka lapangan pekerjaan baru yang layak bagi masyarkat. Mereka dapat bekerja sebagai petani yang menanam dan merawat tanaman-tanaman jarak yang akan digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Buah jarak yang dihasilkan dijual kepada perusahaan yang mengolahnya menjadi biodiesel dengan harga tertentu. Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal penyediaan bibit dan penentuan harga minimum dari buah Jarak Pagar, agar petani tidak dirugikan.
            Jika petani diberi hak mengelola tiga hektar lahan kering, dengan kerapatan tanaman 2500 pohon per hektar dan produktivitas 10.000 kilogram biji per hektar serta harga biji lima ratus rupiah per kilogram, setiap keluarga petani akan memperoleh panghasilan satu juta dua ratus lima puluh ribu per bulan hanya berasal dari penjualan biji jarak.
            Pemerintah hendaknya mulai merancang UU mengenai penggunaan biodiesel di indonesia, sehingga biodiesel benar-benar dapat diterapkan di Indonesia secara optimal. Pemerintah hendaknya memberikan penyuluhan dan penerangan pada masyarakat luas mengenai manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari biodiesel. Pemerintah harus menyediakan tempat-tempat penjualan biodiesel, sehingga biodiesel dapat diperoleh dengan mudah oleh konsumen. Selain itu pemerintah juga harus mengatur sistem perdagangan biodiesel di Indonesia.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.           Tanaman jarak pagar ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar yang serba guna, meskipun manfaatnya yang paling menonjol adalah sebagai tanaman obat.
2.           Bunga tanaman jarak pagar dapat dibedakan atas tiga macam yaitu 1. Hanya memiliki bunga jantan saja, 2. Memiliki bunga jantan dan betina dalam satu tanaman, 3. Memiliki bunga jantan dan hermaphrodith dalam satu tanaman.
3.           Kelebihan minyak jarak pagar dibanding dengan solar adalah pada minyak jarak pagar banyak terdapat oksigen sehingga pembakarannya sempurna.
4.           Teknik perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan (in-vitro) ini dapat dilakukan sepanjang waktu tanpa tergantung musim.
5.           Zat pengatur tumbuh yang banyak digunakan dalam kultur jaringan adalah auksin dan sitokinin.

3.2 Saran
            Untuk menambah pendapatan negara seharusnya mulai melakukan pembudidayaan tanaman jarak pagar. Kayu jarak pagar merupakan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penanaman jarak pagar yang relatif mudah juga memberikan kemudahan tersendiri bagi pemerintah provinsi ataupun daerah untuk melakukan pembudidayaan meranti. Selain untuk kebutuhan ekonomi, pembudidayaan jarak pagar juga diharapkan bisa melestarikan hutan.




DAFTAR PUSTAKA
Dwiyono, E. 2009. Induksi Kalus Tanaman Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) dengan Perlakuan Kondisi Gelap dan 2,4-D. Skripsi Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.

Fatmawati, A. 2008. Kajian Konsentrasi BAP dan 2,4-D terhadap Induksi Kalus Tanaman Artemisia annua L. secara In Vitro. Skripsi Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.

Fitriani, H. 2008. Kajian Konsentrasi BAP dan NAA terhadap Multiplikasi Tanaman Artemisia annua L. secara In Vitro. Skripsi Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.

George, E. F dan Sherrington, P. D. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture. Eastern Press. England.

Gustian. 2009. Upaya Perbanyakan Tanaman Penghasil Gaharu (Aquilaria malaccensisLamk) secara In Vitro. http://repository.unand.ac.id/562/1/.

Hambali, E. A., Suryani, Dadang, Hariyadi, H., Hanafie, I. K., Reksowardojo, M., Rivai, M., Ihsanur, P., Suryadarma, S., Tjitrosemito, T. H., Soerawidjaja, T., Prawitasari, T., Prakoso, dan Purnama. 2006. Jarak Pagar Tanaman Penghasil Biodiesel. Penebar Swadaya. Jakarta.

Hanifah, N. 2007. Pengaruh Konsentrasi NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Eksplan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) secara In Vitro. Skripsi Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.

Hariyanti, E., R. Nirmala, dan Rudarmono. 2004. Mikropropagasi Tanaman Pisang Talas dengan Naphtalene Acetic Acid (NAA) dan Benzyl Amino Purine (BAP). Jurnal Budidaya Pertanian 10 (1): 26-34.

Hendaryono, D. P. S dan Wijayani A. 1994. Teknik Kultur Jaringan. Kanisius. Yogyakarta.

Kalimuthu, K, S., Paulsamy, R., Senthilkumar, Sathy H. 2007. In vitro Propagation of the Biodiesel Plant Jatropha curcas L. Plant Tissue Culture & Biotechnology Journal 17(2): 137-147


Komentar

  1. adakah faktor penentu dalam penanaman tanaman ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada gan, salah satunya teknik penanamannya juga mempengaruhi pertumbuhan Jarak Pagar

      Hapus
  2. Sangat membantu dalam pembuatan literatur 👍

    BalasHapus
  3. Benar-benar menambah ilmu. Siip. Mantap lah.

    BalasHapus
  4. Bagus banget. Thanks infonya 🙏

    BalasHapus
  5. Sangat menambah wawasan sekali...

    BalasHapus
  6. Nice min.. Lebih sering upload lagi ya min.. Hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa so pasti gan, tunggu topik berikutnya yaaa

      Hapus
  7. Di tunggu blog selanjutnya kakak

    BalasHapus
  8. informasi yang menarik dan bagus:)

    BalasHapus
  9. informasi yang menarik dan bagus:)

    BalasHapus
  10. informasi yang menarik dan bagus:)

    BalasHapus
  11. Trimakasih telah hidup untuk membuat artikel ini. Sangat membantu banget

    BalasHapus
  12. Sangat bermanfaat. Saya sukaaaaa

    BalasHapus
  13. Jadilah teladan bagi bangsa dan negara ini, tingkatkan prestasi mu gan

    BalasHapus
  14. Waw sangat membantu bang, cocok jadi aslap bang, karena infonya akurat. Setelah itu lanjut jadi dosen bang. Di tunggu blog selanjutnya ya bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha terimakasih yaa, semoga saja, tunggu topik berikutnya yaa ;)

      Hapus
  15. Balasan
    1. Benar sekali, jarak pagar menarik perhatian orang ya kan haha

      Hapus
  16. Wahh ternyata jarak pagar banyak sekali manfaatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, banyak orang yg tidak tahu sebelumnya, semoga lewat membaca ini orang'' dapat mengetahui manfaat'' jarak pagar ;)

      Hapus
  17. Bagus informasi yg di sampaikan, namun alangkah lebih bagusnya jika penyaji memberikan contoh penggunaan tanaman jarak sebagai bahan bakar di salah satu daerah dan juga penggunaan bahasa latih di miringkan atau garis bawahi. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih masukkannya, lain kali akan lebih diperbaiki ;)

      Hapus
  18. sangat bermanfaat jadi lebih tau informasi setelah baca blog ini trimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nahh gitu dong, jadi kita sekarang sama'' tau ;) thank you yaks

      Hapus
  19. Mantap bg
    Info nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  20. Makasihh yaa bg infoonyaa, jadi betambah ilmuu kuuu tentang manfaat jarak pagar
    Suksess terusss bg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh thank youu, memang ini info yg bagus pastinya

      Hapus
  21. Keren bg👍🙏
    Apa Itu budidaya Jarak pagar secara komersial? Bg!

    BalasHapus

Posting Komentar